Postingan

Makan ditemani Pemulung

Udara pagi di Terminal Bendo Gantungan masih sejuk saat aku melangkahkan kaki ke sana. Perutku sudah keroncongan, mencari sarapan sebelum memulai perjalanan. Aku pun menuju salah satu warung makan sederhana di area terminal. Di sana, aku melihat seorang bapak tua duduk sendirian di pojok, memesan segelas teh dan sepiring nasi putih dengan lauk seadanya. Tanpa ragu, aku pun duduk di hadapannya. Kami berkenalan, dan aku mengetahui bahwa beliau adalah seorang pemulung yang setiap pagi mencari nafkah di terminal. Hari itu, aku memutuskan untuk sarapan bersamanya. Kami memesan menu yang sama, nasi putih dengan lauk sederhana.  Sambil menikmati sarapan, kami berbincang-bincang. Aku mendengarkan cerita bapak tentang kehidupannya sebagai pemulung, tentang suka dan dukanya mencari rezeki di tengah keterbatasan. Aku terharu mendengar kisahnya, dan tanpa sadar, aku merasa seperti merasakan sendiri perjuangannya. Meskipun sederhana, sarapan pagiku di Terminal Bendo Gantungan bersama bapak pemu...